Tampilkan postingan dengan label PATRIA 108. Tampilkan semua postingan
PATRIA 108
Lembaga bantuan hukum lahir karena adanya sebuah tujuan dalam membantu masyarakat yang tidak mampu baik secara ekonomi maupun kedudukan strata sosial. Selain itu terdorong karena keinginan dalam penegakkan keadilan dan kedudukan yang sama di depan hukum. Jika kita lihat memang dalam berbagai contoh kasus sering kali hukum tumpul keatas akan tetapi sangat tajam ke bawah, disinilah yang dibutuhkan dari para advokat dalam membantu masyrakat menengah ke bawah dalam prosesi hukum.
Profesi advokat/penasehat hukum adalah profesi yang mulia dan terhormat (offium nobile), menjalankan tugas pekerjaan menegakkan hukum di pengadilan bersama jaksa dan hakim (official’s of the court) dimana dalam tugas pekerjaannya dibawah lindungan hukum dan undang-undang yang dalam hal ini adalah UU no. 18 Tahun 2003 tentang Advokat. Fungsi dari advokat jika kita melihat yang telah diatur oleh undang-undang di pengadilan adalah mengamati kinerja-kinerja praktisi hukum lainnya.
Profesi advokat/penasehat hukum adalah profesi yang mulia dan terhormat (offium nobile), menjalankan tugas pekerjaan menegakkan hukum di pengadilan bersama jaksa dan hakim (official’s of the court) dimana dalam tugas pekerjaannya dibawah lindungan hukum dan undang-undang yang dalam hal ini adalah UU no. 18 Tahun 2003 tentang Advokat. Fungsi dari advokat jika kita melihat yang telah diatur oleh undang-undang di pengadilan adalah mengamati kinerja-kinerja praktisi hukum lainnya.
Untuk setiap permasalahan seorang advokat memang diharuskan mempunyai sebuah keberanian dalam mencari keadilan dengan mengesampingkan segala rasa takut kepada siapapun. Yang terpenting adalah fungsi seorang advokat adalah memberi bantuan hukum kepada siapapun guna mendapatkan keadilan. Itulah sebabnya mengapa seorang advokat harus memberikan bantuan hukum secara gratis untuk setiap masyarakat yang tidak mampu dan lapisan bawah yang buta dengan hukum, baik terlibat masalah pidana ataupun masalah perdata.
Seperti yang dikatakan oleh Prof. DR. Soerjono Soekanto, S.H., M.A., bahwasannya proses advokasi setidaknya memberikan bantuan hukum mencakup kemungkinan - kemungkinan sebagai berikut:
1. Pemberian informasi hukum, misalnya, memberitahukan kepada seorang pegawai negeri tentang hak – hak dan kewajiban – kewajibannya sebagai pegawai negeri.
Pemberian nasehat hukum, misalnya, menjelaskan apa yang harus dilakukan seseorang yang akan membeli rumah atau tanah.
2. Pemberian Jasa Hukum, misalnya, membantu seseorang untuk menyusun surat gugatan.
Bimbingan Hukum, yaitu pemberian jasa secara kontinyu.
3. Memberikan jasa perantara, misalnya, menghubungkan warga masyarakat dengan instasi-instasi tertentu yang berkaitan dengan masalah – masalah hukum yang dihadapinya.
4. Menjadi kuasa warga masyarakat di dalam atau di luar pengadilan.
Hal itu juga didukung dalam konfrensi PBB tentang Hak – Hak Asasi Manusia yang diselenggarakan di Teheran pada tahun 1968, gagasan tentang bantuan hukum sudah diterima oleh anggota- anggota PBB yang mengikuti konfrensi tersebut. Maka dari konfrensi tersebut muncullah beberapa resolusi – resolusi, diantaranya:
1. Perlunya setiap pemerintah mendorong perkembangan sistem bantuan hukum untuk melindungi hak – hak dan kebebasan – kebebasan dasar manusia.
2. Merancang patokan-patokan untuk memperoleh bantuan – bantuan profesionil.
3. Finansiil dan bantuan hukum lain terhadap mereka yang hak – hak dasarnya dilanggar.
Mempertimbangkan cara – cara dan sarana – sarana pembiayaan bagi sistem bantuan hukum yang menyeluruh (comprehensive legal aid systems).
Dimasa sekarang semakin meluasnya batuan hukum juga merupakan kesadaran dari berbagai advokat dala menyelenggarakan bantuan hukum.
Pendirian lembaga bantuan hukum tidak hanya berdiri dikalangan praktisi juga menyebar luas dikalangan akademisi khusunya bantuan hukum yang didirikan oleh fakultas hukum di berbagai Universitas baik negeri maupun swasta di Indonesia. Hal ini bertujuan selain memberikan bantuan dalam mencari keadilan kepada masyarakat juga tempat bagi para mahasiswa dalam mempraktekkan ilmunya, juga tempat yang bisa menunjukkan bahwasannya teori kadang kala tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.
Masyarakat semakin mudah dalam mencari keadilan dalam bantuan dan pelayanan hukum karena banyak sekali Lembaga Bantuan Hukum yang didirikan di kantor – kantor pengadilan atau setiap pos-pos di lingkungan sekitar masyarakat. Tujuannya adalah agar setiap keluhan dan laporan masyarakat langsung bisa ditampung dan dilayani.
Dari berbagai penjelasan diatas sangatlah jelas bahwa Fungsi dan Peranan lembaga bantuan hukum adalah sebagai berikut:
1. Public service. Sehubungan dengan kondisi sosial ekonomi karena sebagian besar dari masyarakat kita tergolong tidak mampu atau kurang mampu untuk menggunakan dan membayar jasa advokat, maka Lembaga Bantuan Hukum memberikan jasa-jasanya dengan cuma - cuma
2. Social education. Sehubungan dengan kondisi social cultural, dimana lembaga dengan suatu perencanaan yang matang dan sistematis serta metode kerja yang praktis harus memberikan penerangan – penerangan dan petunjuk – petunjuk untuk mendidik masyarakat agar lebih sadar dan mengerti hak-hak dan kewajiban – kewajibannya menurut hukum.
3, Perbaikan tertib hukum. Sehubungan dengan kondisi social politic, dimana peranan lembaga tidak hanya terbatas pada perbaikan – perbaikan di bidang peradilan pada umumnya pada profesi pembelaan khususnya, akan tetapi juga dapat melakukan pekerjaan – pekerjaan Ombudsman selaku partisipasi masyarakat dalam bentuk kontrol dengan kritik – kritik dan saran – sarannya untuk memperbaiki kepincangan - kepincangan/mengoreksi tindakan-tindakan penguasa yang merugikan masyarakat.
4. Pembaharuan hukum. Dari pengalaman – pengalaman praktis dalam melaksanakan fungsinya lembaga menemukan banyak sekali peraturan-peraturan hukum yang sudah usang tidak memenuhi kebutuhan baru, bahkan kadang-kadang bertentangan atau menghambat perkembangan keadaan. Lembaga dapat mempelopori usul-usul perubahan undang-undang.
5. Pembukaan lapangan kerja (labour market). Berdasarkan kenyataan bahwa dewasa ini tidak terdapat banyak pengangguran sarjana-sarjana hukum yang tidak atau belum dimanfaatkan atau dikerahkan pada pekerjaan – pekerjaan yang relevan dengan bidangnya dalam rangka pembangunan nasional. Lembaga Bantuan Hukum jika saja dapat didirikan di seluruh Indonesia misalnya satu kantor Lembaga Bantuan Hukum, di setiap ibu kota kabupaten, maka banyak sekali tenaga sarjana-sarjana hukum dapat ditampung dan di manfaatkan.
6. Practical training. Fungsi terakhir yang tidak kurang pentingnya bahkan diperlukan oleh lembaga dalam mendekatkan dirinya dan menjaga hubungan baik dengan sentrum – sentrum ilmu pengetahuan adalah kerjasama antara lembaga dan fakultas-fakultas hukum setempat. Kerjasama ini dapat memberikan keuntungan kepada kedua belah pihak. Bagi fakultas-fakultas hukum lembaga dapat dijadikan tempat lahan praktek bagi para mahasiswa-mahasiswa hukum dalam rangka mempersiapkan dirinya menjadi sarjana hukum dimana para mahasiswa dapat menguji teori-teori yang dipelajari dengan kenyataan-kenyataan dan kebutuhan-kebutuhan dalam praktek dan dengan demikian sekaligus mendapatkan pengalaman.
Referensi :
Prodjohamidjojo, Martiman (1982) Seri Pemerataan Keadilan 5; Penasihat Dan Organisasi Bantuan Hukum. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Hakim, Abdul dan Mulyana Kusumah (1981) Beberapa Pemikiran Mengenai Bantuan Hukum : Kearah Bantuan Hukum Struktural. Bandung: Alumni, (4): 44-63
PATRIA 108
![]() |
| Edward Snowden |
Melalui dokumen rahasia yang dibocorkan mantan pegawai intelijen Edward Snowden yang masih dilindungi dan menetap di Russia, terungkap bahwa Indonesia ternyata masuk dalam salah satu “sasaran utama penyadapan” yang dilakukan oleh badan keamanan nasional Amerika Serikat (National Security Agency/NSA).
Dalam dokumen itu terungkap juga bahwa NSA menyadap para pengguna ponsel di Indonesia .
Tidak hanya tokoh politik atau pejabat negara yang disadap, tetapi juga para pelanggan telepon seluler dari dua operator ternama di Indonesia.
Menurut sebuah dokumen tahun 2012,Australian Signals Directorate (Direktorat Sinyal Australia) telah mengakses data pelanggan Indosat dalam jumlah besar, termasuk komunikasi para pejabat Indonesia di beberapa departemen.
Menurut yang dilansir The New York Times, aksi mata-mata ini dilakukan Australian Signals Directorate dengan bantuan NSA.
Dalam dokumen tersebut diperlihatkan informasi kerjasama antara NSA dan Australian Signals Directorate.
Sementara itu menurut dokumen lainnya tahun 2013, Australian Signals Directoratedisebutkan telah berhasil mendapatkan hampir 1,8 juta kunci enkripsi induk dari jaringan seluler Telkomsel yang digunakan untuk melindungi komunikasi pelanggannya.
Data itu kemudian diberikan kepada NSA. Mereka juga telah mengembangkan cara untuk mendekripsi hampir semua data tersebut.
Pada bulan Februari 2013 lalu, Australia pernah menawarkan rencana untuk membagi (sharing) komunikasi percakapan yang disadap, termasuk informasi hak istimewa para pengacara dengan kliennya.
The New York Times lebih lanjut melaporkan bahwa Australia Signals Directorate secara khusus juga memantau percakapan komunikasi antara pemerintah Indonesia dengan sebuah firma hukum AS yang mewakili Jakarta dalam sengketa perdagangan dengan AS.
Menurut buletin bulanan dari kantor penghubung NSA di Canberra, pada bulan Februari 2013 lalu, Australia pernah menawarkan rencana untuk membagi(sharing) komunikasi percakapan yang disadap, termasuk informasi hak istimewa para pengacara dengan kliennya.
Hubungan Australia dengan Indonesia memanas sejak terungkapnya kasus penyadapan ponsel yang dilakukan Australia kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, beserta istri dan sejumlah rekan politik terdekatnya.
Indonesia dikatakan pula menjadi sasaran intel Australia sejak pengeboman di Bali tahun 2002 lalu yang memakan korban tewas sebanyak 202 jiwa, termasuk 88 warga Australia .
Sebelumnya, President Director & CEO Indosat Alexander Rusli dalam keterangan tertulis pernah menyatakan bahwa Indosat telah mematuhi ketentuan lawful interception dan menyatakan tidak terlibat kerjasama dengan pihak asing untuk melakukan penyadapan.
NSA Punya program mata-mata untuk sadap iPhone, Huawei dan untuk sadap koneksi Wireless
Kabar terbaru mengenai isu penyadapan ini kembali terkuak. Badan intelijen Amerika Serikat, National Security Agency (NSA) ternyata memiliki sebuah software untuk menyadap salah satu perangkat paling populer di Amerika, iPhone.
Informasi ini terungkap dari dokumen yang dibocorkan ke publik. Di situ disebutkan bahwa NSA memiliki sebuah program yang dijuluki dengan nama Dropout Jeep.
Dokumen yang diterbitkan oleh situs berita Jerman Spiegel Online itu menyebutkan bahwa Dropout Jeep memungkinkan NSA untuk menyadap informasi yang ada di perangkat iPhone.
Peneliti keamanan Jacob Appelbaum mengungkap dokumen tersebut pada acaraChaos Communication Congress ke-30 di Hamburg, Jerman.
Dengan Dropout Jeep, Apple bisa menyadap informasi daftar kontak, membaca pesan teks, mengetahui lokasi iPhone tersebut berada, mendengarkan voicemail bahkan mengaktifkan kamera iPhone dan mikrofon!
Dropout Jeep saat ini terbatas hanya bisa diinstal melalui “metode akses jarak dekat”. Ke depannya NSA sedang mengembangkan cara agar dapat menginstal program itu secara jarak jauh (remote).
Selain berbicara tentang Dropout Jeep, Appelbaum juga menyebutkan bocoran dokumen lain tentang program mata-mata (spyware) milik NSA yang lainnya. Dari hasil pencarian melalui search engine, data lain hanya didapat untuk gadget merk Huawei dan perangkat berkoneksi nirkabel atau wireless.
Selain dokumen rahasia tentang keberadaan aplikasi mirip spyware bernama Dropout Jeep untuk menyadap Apple, admin juga menemukan dokumen rahasia tentang penyadapan untuk merk gadget lainnya bernama Halluxwater untuk menyadap merk Huawei, dan juga dokumen penyadapan untuk jenis kategori koneksi lainnya yaitu Nightstand untuk menyadap pengguna nirkabel atau wirelees.
Keterangan ketiga gambar atas: dokumen rahasia NSA ‘Dropout Jeep’ untuk menyadap Apple (kiri) , ‘Halluxwater’ untuk menyadap merk Huawei (tengah) dan ‘Nightstand’ untuk menyadap pengguna nirkabel atau wirelees (klik pada gambar untuk memperbesar).
Admin meyakini masih ada dokumen-dokumen rahasia sejenis untuk penyadapan merk gadget lainnya, dan juga jenis koneksi lainnya. Namun sengat sulit untuk mendapatkannya karena sepertinya memang disembunyikan dari publik. Tapi yang jelas semua gadgat buatan AS, seperti juga Blackberry pastinya sudah disadap!
Kembali kepada Appelbaum yang juga menyatakan bahwa setiap percobaan yang dilakukan untuk menguji spyware Dropout Jeep pada perangkat iOS memiliki tingkat kesuksesan 100 persen.
Terungkapnya informasi ini menimbulkan spekulasi bahwa Apple diduga ikut terlibat membantu NSA dalam aksi penyadapan terhadap produknya, meski sampai saat ini belum ada bukti kuat yang menunjukkan hal itu.
Billy Lau, salah seorang peneliti keamanan di Georgia Tech mengatakan, meski Apple telah meningkatkan sistem keamanannya sejak 2008, tetap saja tidak kebal.
“Evasion jailbreak iOS 7 menyiratkan bahwa bagian dari OS (sistem operasi) itu telah dieksploitasi dan memiliki beberapa implikasi keamanan yang mendalam,” katanya kepadaABC News.
Di lain sisi, pengacara yang menangani masalah privasi di Internet Bradley Shearmengatakan, spyware NSA mungkin berada di luar kendali Apple serta di luar kendali perusahaan lain seperti Google dan Microsoft. “Saya pikir tidak ada perusahaan teknologi yang sadar (terkait penyadapan NSA -pen),” katanya lagi.
Fasilitas WiFi Bandara Jadi Alat Spionase NSA
Salah satu modus terbaru badan intelijen Amerika Serikat, National Security Agency(NSA), dalam melakukan tindak pencurian data privasi pengguna perangkat komputasi juga kembali terungkap.
Jika sebelumnya Edward Snowden sempat membocorkan bahwa NSA memanfaatkan teknologi “gelombang radio” untuk mecuri data pengguna PC yang sedang tidak terkoneksi internet
, kini terungkap badan intelijen AS tersebut juga menggunakan WiFibandara untuk mempelajari data pribadi wisatawan!
Dilansir laman ZDNet pada Selasa (4/2/2014), kabar ini terungkap setelah badan intelijen Kanada mengakui pihaknya mendapat bantuan dari NSA untuk menerapkan teknologi penyadapan via jaringan WiFi bandara.
Lebih lanjut Communications Security Establishment Canada (CSEC) menjelaskan, pihaknya memiliki akses data yang dikumpulkan melalui sistem fasilitas internet gratis di bandara yang terkoneksi dengan perangkat nirkabel milik wisatawan.
Data ini kemudian dapat digunakan untuk menelusuri kegiatan wisatawan selama berada di wilayah Kanada.
Meski belum dikonfirmasi, namun para analis meyakini modus ini juga diterapkan di sejumlah tempat umum lainnya seperti areahotspot WiFi di perpustakaan, restoran, pusat angkutan publik dan area lainnya di seluruh wilayah Kanada dan Amerika Serikat.
Namun otoritas dua bandara terbesar di Kananda, Toronto dan Vancouver, seperti yang dilansir laman CBC News mengaku tidak tahu-menahu perihal isu spionase ini. Mereka mengklaim tidak pernah memberikan sedikit pun akses bagi CSEC ataupun badan intelijen lainnya untuk menguasai fasilitas WiFi gratis yang mereka sediakan.
Sebelumnya dalam laporan lainnya yang dirilis oleh New York Times dan The Guardian, disebutkan NSA juga memanfaatkan aplikasi mobile seperti Angry Birds dan Google Maps, untuk mengetahui berbagai data pengguna ponsel mulai dari usia, lokasi, jenis kelamin, dan orientasi seksual.
Akan tetapi kabar itu pun dibantah langsung oleh pengembang game Angry Birds, Rovio.
Rovio dengan tegas mengatakan pihaknya tidak pernah sekalipun memberikan akses kepada badan intelijen untuk mendapatkan informasi pengguna ponsel yang mengunduh aplikasi-aplikasi besutan mereka.
Tak cukup sampai di situ, pihak Rovio pun memiliki analisa sendiri mengenai masalah ini.
Menurut tim yang dibentuk oleh Rovio, jika kabar pencurian melalui game mobile Angry Birds terbukti benar, kemungkinan besar akses ini didapat melalui fasilitas layanan iklan digital yang tersedia.
Namun belum bisa disimpulkan apakah benar fasilitas iklan digital yang ada pada bagian menu utama Angry Birds adalah celah keamanan yang dapat disusupi oleh para agen spionase.
Tiap Hari, NSA Juga Sadap 5 Milyar Pengguna Ponsel di Dunia!
Aksi penyadapan yang dilakukan badan keamanan nasional Amerika Serikat (National Security Agency/NSA) kembali diungkap dengan lebih gila lagi. Bocoran terbaru dokumen dari Edward Snowden menguak fakta lain yang mengejutkan.
NSA ternyata telah menyadap 5 milyar pengguna ponsel di seluruh dunia tiap harinya. Itu artinya, dalam setahun saja NSA telah dapat menyadap sekitar 2 trilyun pengguna gadget dan internet dari seluruh dunia!
Dalam dokumen itu juga disebutkan bahwa NSA dapat melacak pergerakan setiap orang melalui GPS atau Global Positioning System, termasuk data privasi yang ada di dalam ponsel yang ada dalam genggaman anda!
Seperangkat tool yang digunakan NSA untuk melakukan penyadapan ponsel disebut dengan “Co-Traveler”. Alat ini bahkan mampu melacak ponsel saat ponsel sedang tidak digunakan.
“NSA mendapatkan data lokasi orang-orang yang ada di seluruh dunia dalam jumlah besar,” kata sumber anonim yang tak mau disebutkan namanya seperti dilansirWashington Post.
Sejumlah pejabat AS mengatakan program pengawasan ini adalah legal dan dirancang untuk menyasar target asing yang dianggap mengancam keamanan nasional. Namun ada pula yang menyebut bahwa warga Amerika ikut disadap.
Seperangkat tool yang digunakan NSA untuk melakukan penyadapan ponsel disebut dengan Co-Traveler.
Alat ini bahkan mampu melacak ponsel saat GPS atau Global Positioning System ponsel sedang tidak digunakan.
“Dengan menerapkan teknik matematika yang canggih, NSA bisa memetakan hubungan pemilik ponsel dengan pola gerakan dari waktu ke waktu dengan ribuan atau jutaan pengguna ponsel lain,” tulisWashington Post.
Jadi jangan coba-coba untuk bersembunyi. Karena jika Anda bersembunyi, mematikan ponsel atau mengganti ponsel, karena dengan begitu Anda justru akan menarik perhatian lebih dari NSA. NSA diduga menyadap data langsung dari kabel yang menghubungkan jaringan mobile.
Chris Soghoian, principal technologist di American Civil Liberties Union mengatakan, “Satu-satunya cara untuk menyembunyikan lokasi Anda adalah dengan memutuskan sambungan dari sistem telekomunikasi dan tinggal di sebuah gua!!” . (121114/etosh) .

