Rahasia SBY Pimpin RI 10 Tahun

Masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera berakhir. Pendiri sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat itu telah menjabat sebagai Presiden ke-6 dalam dua periode, yakni 2004-2009 dan 2009-2014.

SBY mengungkap rahasia kenapa dirinya bisa bertahan menjadi pucuk pimpinan di Indonesia selama 10 tahun berturut-turut adalah pers. Meskipun kerap kali mendapat kritikan dari pers, justru itu yang membuatnya tetap bisa menjalankan roda pemerintahan.

"Saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pers atas segala kritik terhadap saya. Tanpa kritik, 10 tahun belum tentu saya bisa bertahan," kata SBY saat peluncuran buku bertajuk 'SBY dan Kebebasan Pers Testimoni Komunitas Media' di Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Jumat (5/9/2014) malam.

SBY menilai, jika ada pemimpin di belahan dunia manapun yang pantang terhadap kritikan pers, hal itu sama saja dengan menyimpan bom waktu yang suatu saat dapat meledak dan berakibat fatal.

"Pemimpin yang pantang dikritik dan cenderung menolak kebebasan pers, dan hanya menerima (berita) yang serba baik itu sama saja menyimpan bom waktu. Karena pemimpin yang bersangkutan bisa terlena, bisa tergoda bisa dan menyalahgunakan kekuasaannya," ujar SBY.

"Dan di akhirnya selalu berhadapan dengan rakyat. Itulah kisah tragis para pemimpin yang biasanya tidak bisa menerima kritik di dunia, terutama sistem otoritarian," sambung dia.

Pada masa pemerintahannya, SBY mengaku hampir selalu mendapat kritikan dari pers apalagi memasuki periode kedua masa kepemimpinannya. Namun begitu, dengan adanya kritikan itu justru bom waktu yang ditakkutkannya tidak terjadi.

"Dengan 10 tahun hampir setiap saat saya menerima kritik, dengan itu barangkali bom waktu itu tidak terbentuk untuk saya," tutur SBY.

Bahkan SBY mencontohkan, pemimpin yang tidak mau menerima kritikan itu seperti sungai. Jika pemimpin antikritik, maka sama halnya seperti sungai yang lama kering dan sekalinya dialiri air yang besar bisa meluap dan menenggelamkan sekitarnya.

"Jadi poin saya, kebebasan dan kemerdekaan pers itu penting, dengan tetap membawa amanah dan memberi manfaat," tandas SBY.



Top