CB Magazine »
EKSEKUTIF
»
Sengman diduga Suplai Logistik Pada Pilpres SBY
Sengman diduga Suplai Logistik Pada Pilpres SBY
Posted by CB Magazine on Senin, 02 September 2013 |
EKSEKUTIF
JAKARTA - Tak hanya elite PKS, kasus suap impor daging sapi terus menyeret tokoh-tokoh penting di republik ini. Sebelumnya, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) yang sekaligus Menteri Koordinator Perekonomian (Menko Perekonomian) Hatta Rajasa juga dituding ikut menikmati suap kuota impor daging.
Tak berhenti disitu, putra Ketua Majelis Syuro PKS, Ridwan Hakim juga menyebutkan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga menerima upeti dari kuota impor daging. Upeti sebesar Rp40 miliar tersebut menurut Ridwan diserahkan melalui Sengman. Meski semua dibantah pihak istana.
Lantas siapakan Sengman? Menurut informasi yang dihimpun, sosok Sengman merupakan seorang pengusaha besar di Palembang. Selain bergerak dibidang properti, seperti hotel, mal Sengman juga diketahui sebagai pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH).
"Sengman (nama yang di sebut Ridwan anaknya Hilmi dalam kasus impor daging sapi) seorang pengusaha besar di Palembang pemegang HPH, hotel, mal, dan lain-lain," kata dia baru-baru ini.
Menurutnya, kedekatan Sengman dengan SBY sudah dijalin sejak lama ketika SBY menjabat sebagai Panglima Komandan (Pangdam) Srijiwaya. "Sengman sahabat SBY waktu Pangdam Sriwijaya," katanya.
Bahkan, kata dia, Sengman sebagai pemasok logistik saat SBY maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2004. Tak hanya logistik, hotel Princes Palembang milik Sengman juga menjadi markas tim pemenangan SBY.
"Logistik Pilpres SBY pada tahun 2004. Hotel milik Sengman Princes Palembang adalah markas Tim Sukses SBY di Pilpres 2004 dan Sengman adalah pengusaha yang mensuplay Logistik SBY pada Pilpres," imbuhnya.
"Sengman selalu tandem dengan Sarjan Tahir, mantan Sekretaris Dewan Pembina PD era SBY Ketua Dewan Pembina 2004-2011," pungkasnya.-(ozn/020913/nn)-.
Tak berhenti disitu, putra Ketua Majelis Syuro PKS, Ridwan Hakim juga menyebutkan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga menerima upeti dari kuota impor daging. Upeti sebesar Rp40 miliar tersebut menurut Ridwan diserahkan melalui Sengman. Meski semua dibantah pihak istana.
Lantas siapakan Sengman? Menurut informasi yang dihimpun, sosok Sengman merupakan seorang pengusaha besar di Palembang. Selain bergerak dibidang properti, seperti hotel, mal Sengman juga diketahui sebagai pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH).
"Sengman (nama yang di sebut Ridwan anaknya Hilmi dalam kasus impor daging sapi) seorang pengusaha besar di Palembang pemegang HPH, hotel, mal, dan lain-lain," kata dia baru-baru ini.
Menurutnya, kedekatan Sengman dengan SBY sudah dijalin sejak lama ketika SBY menjabat sebagai Panglima Komandan (Pangdam) Srijiwaya. "Sengman sahabat SBY waktu Pangdam Sriwijaya," katanya.
Bahkan, kata dia, Sengman sebagai pemasok logistik saat SBY maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2004. Tak hanya logistik, hotel Princes Palembang milik Sengman juga menjadi markas tim pemenangan SBY.
"Logistik Pilpres SBY pada tahun 2004. Hotel milik Sengman Princes Palembang adalah markas Tim Sukses SBY di Pilpres 2004 dan Sengman adalah pengusaha yang mensuplay Logistik SBY pada Pilpres," imbuhnya.
"Sengman selalu tandem dengan Sarjan Tahir, mantan Sekretaris Dewan Pembina PD era SBY Ketua Dewan Pembina 2004-2011," pungkasnya.-(ozn/020913/nn)-.
Tweet
